Rabu, 16 November 2011

Perkokoh Penguasaan Iptek untuk Kemandirian dan Daya Saing Indonesia

Berbagai persoalan terkait krisis pangan, energi dan air melanda bangsa Indonesia belakangan ini. Krisis itu pada dasarnya disebabkan terbatasnya diversitas berbagai sumber daya tersebut. Kondisi ini diperburuk dengan kebijakan pemerintah yang kurang memanfaatkan hasil penelitian dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) sebagai solusi persoalan. Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) X Tahun 2011 berupaya menjawab beragam permasalahan di atas guna mencapai target rencana pembangunan.

Jakarta, 7 November 2011. Penguasaan Iptek menuju kemandirian dan peningkatan daya saing bangsa dengan sendirinya akan membangkitkan semangat nasionalisme anak bangsa. Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Lukman Hakim mengatakan, penguasaan di bidang critical technologyharus dikembangkan guna menghasilkan technology strength, self reliance, dan economic security (Teknologi yang kuat, mandiri dan keamanan ekonomi). “Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) II (2010-2014) telah mengakomodasi hal ini, namun masih diperlukan upaya-upaya untuk mempercepat pencapaian target dan realisasi dari berbagai rencana tersebut,” tandasnya. Untuk itu, KIPNAS ini akan membahas empat bidang yaitu energi, ketahanan pangan, air, serta strategi pengembangan Iptek.


Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati (IPH) LIPI sekaligus Ketua Komisi Bidang Ketahanan Pangan, Prof. Dr. Bambang Prasetya menjelaskan bahwa ketahanan pangan sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan terkait ketersediaan pangan. Di antaranya, kenaikan konsumsi akibat kenaikan jumlah penduduk dan bergesernya bahan pangan pokok dari non beras ke beras, menurunnya produksi akibat penurunan produktivitas yang disebabkan kerusakan lahan dan perubahan iklim serta peralihan fungsi tanah produktif bagi keperluan sektor lain dan beragam permasalahan lainnya. Masalah pangan di masa mendatang perlu mendapat perhatian yang komprehensif dengan memperhitungkan kecenderungan global dengan tetap menghormati dan memperhatikan kekayaan budaya bangsa serta sumber daya alam yang dimiliki.


Di lain hal, Dr. Ir. Syahrul Aiman, Deputi Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) sekaligus Ketua Komisi Bidang Energi menjelaskan persoalan lain terkait kedaulatan energi. Dia mengungkapkan, energi tidak hanya terkait dengan penggunaan energi saja, tetapi juga dengan perilaku dan kebiasaan penggunanya. Meningkatnya jumlah penduduk Indonesia dan tingkat pendapatannya berdampak pada peningkatan kebutuhan energi untuk kebutuhan rumah tangga, transportasi dan industri. “Strategi pengembangan energi nasional perlu mempertimbangkan hal tersebut sekaligus pola energi dunia dalam jangka menengah dan pendek yang diproyeksikan akan berubah dari economic energy system ke sustainable energy system,” katanya.


Sedangkan terkait pengelolaan sumber daya air, Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen, Ketua Komisi Bidang Air yang juga Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian (IPK) menerangkan, Indonesia diprediksi akan mengalami krisis air yang serius pada 2015 yang tentu berdampak bagi seluruh sektor kehidupan. “Pengelolaan air secara berkelanjutan, mulai dari konservasi, adaptasi dan mitigasi menjadi faktor yang perlu diperhitungkan,” imbuhnya. Selain itu, juga faktor-faktor hidrologi, manajemen kebutuhan dan sumber daya air serta dampak sosial, ekonomi dan lingkungan yang ditimbulkannya.


Untuk strategi pengembangan Iptek, Dr. Ir. Fatimah S Padmadinata, DEA, Deputi Jasa Ilmiah (Jasil) LIPI dan juga Ketua Komisi Strategi Pengembangan Iptek menuturkan, upaya pengembangan Iptek harus merupakan bagian integral dari upaya peningkatan kemampuan inovasi nasional yang bertumpu pada potensi sumber daya daerah, kebutuhan daerah dan kondisi sosial-budaya daerah. Kongres akan berlangsung selama tiga hari pada 8-10 November 2011 bertempat di Hotel Bidakara, Jl. Gatot Subroto Kab. 71-73 Pancoran, Jakarta Selatan.

Keterangan Lebih Lanjut:
- Prof. Dr. Bambang Prasetya (Deputi IPH LIPI, hp. 0811 940 329),
- Dr. Ir. Syahrul Aiman (Deputi IPT LIPI, hp. 0811 853 098),
- Dr. Ir. Fatimah S Padmadinata, DEA (Deputi Jasil LIPI, hp. 0816 1934 960)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar