Minggu, 21 Maret 2010

Nanoteknologi

Arip Nurahman

"Perubahan adalah kata lain untuk berkembang atau mau belajar. Dan, kita semua mampu melakukannya jika berkehendak."

~Prof Charles Handy, Filsuf~

(Typical AFM setup. A microfabricated cantilever with a sharp tip is deflected by features on a sample surface, much like in a phonograph but on a much smaller scale. A laser beam reflects off the backside of the cantilever into a set of photodetectors, allowing the deflection to be measured and assembled into an image of the surface.)

Abstract

Nanotechnology, shortened to "nanotech", is the study of the controlling of matter on an atomic and molecular scale. Generally nanotechnology deals with structures of the size 100 nanometers or smaller in at least one dimension, and involves developing materials or devices within that size. Nanotechnology is very diverse, ranging from extensions of conventional device physics to completely new approaches based upon molecular self-assembly, from developing new materials with dimensions on the nanoscale to investigating whether we can directly control matter on the atomic scale.

There has been much debate on the future implications of nanotechnology. Nanotechnology has the potential to create many new materials and devices with a vast range of applications, such as in medicine, electronics and energy production. On the other hand, nanotechnology raises many of the same issues as with any introduction of new technology, including concerns about the toxicity and environmental impact of nanomaterials, and their potential effects on global economics, as well as speculation about various doomsday scenarios. These concerns have led to a debate among advocacy groups and governments on whether special regulation of nanotechnology is warranted.

Pada hari kamis, 26 November 2009 telah diadakan Stadium General ”Peranan Akademisi Bidang Fisika dalam Pengembangan Nanoteknologi di Indonesia” yang bertempat di Ruang Teater Gedung Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Bertindak sebagai pembicara adalah Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng, Ketua Masyarakat Nano Indonesia (MNI) yang juga peneliti utama dari Pusat Penelitian Fisika LIPI. Acara yang dipandu langsung oleh Sekretaris Prodi Fisika Bapak Arif Tjahjono, M.Si ini berlangsung dengan penuh antusias. Pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi berjalan dengan lancar.

Dalam acara Stadium General Program Studi Fisika ini bukan hanya dihadiri oleh para mahasiswa tetapi juga dihadiri oleh para dosen yang juga sangat tertarik dengan nanoteknologi. Setelah prosesi acara pembukaan, kegiatan ini dilanjutkan dengan pemaparan atau presentasi oleh Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng. Dalam presentasinya beliau mengawali dengan sebuah impian teknologi masa depan yaitu space elevator (penghubung luar angkasa), dimana kita dapat berpergian ke luar angkasa dengan sangat mudah. Impian ini dapat terwujud karena sudah ditemukan sebuah material yang disebut sebagai carbon nanotube (CNT). CNT ini merupakan salah satu bentuk (allotrop) karbon hasil rekayasa yang menyerupai tabung (tube) dan merupakan material terkuat dengan kekuatan spesifik 48000 kNm/kg melebihi baja (154 kNm/kg), serta memiliki sifat unik lainnya seperti sifat listrik, optik, dll. CNT memiliki rasio panjang-diameter lebih dari 106 dengan ukuran diameter dalam orde nanometer dan panjang mencapai beberapa milimeter. Selain itu, beliau juga menyampaikan tentang definisi nanoteknologi, yang kemudian dilanjutkan dengan pengenalan dan aplikasi nanoteknologi, nano di alam, produk-produk nanotenologi hingga perkembangan terkini nanoteknologi di Indonesia beserta prospeknya. Pembicara juga memberikan motivasi bagi para pelajar agar bisa menjadi harapan terbaik bangsa.

Dalam acara itu, Dr. Nurul Taufiqu Rochman, M.Eng juga mengungkapkan beberapa gagasannya terkait bagaimana mengenalkan lebih jauh tentang nanoteknologi di lingkungan kampus. Beliau menyampaikan bahwa kedepan perlu dibentuk sebuah klub-klub nano di lingkungan kampus. Klub-klub tersebut nantinya akan dibimbing dan diberikan pelatihan/training oleh salah satu atau beberapa ahli nanoteknologi dari Masyarakat Nano Indonesia (MNI). Kedepan mahasiswa dari klub tersebutlah yang akan mengembangkan penelitian bidang nano sehingga akan lahir produk penelitian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sejalan dengan gagasan tersebut, pihak dari Program Studi Fisika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah yang diwakili oleh Arif Tjahjono, M.Si menyambut baik ide tersebut dan berharap dapat dilaksanakan sesegera mungkin khususnya di kampus UIN Jakarta. Beliau juga menyampaikan harapannya agar kerjasama selama ini yang telah terjalin dapat terus dilaksanakan termasuk di dalamnya program penelitian atau magang mahasiswa ke Masyarakat Nano Indonesia (MNI).

(Sumber: Saadi)

Ucapan Terima Kasih Khusus kepada:

Kak, Muhammad M. Munir, M.Si., Ph.D. (Ahli Nano Teknologi Hiroshima University)

Guru, Dosen dan Teman-teman semua yang sangat kami sayangi dan cintai.

Ditulis Ulang Oleh:

Arip Nurahman & Angga Fuja Widiana

(Founder Group Mahasiswa Nano Indonesia)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar