Kamis, 09 Juli 2009

Mewujudkan Cyber City di Kota Banjar

Mewujudkan Cyber City di Kota Banjar

Rabu, 09 September 09 - oleh : Arip Nurahman

"Menyulam Harapan Kota Banjar dengan benang-benang Teknologi Informasi & Komunikasi untuk mewujudkan Banjar Cyber City Internasional Bernuansa Lokal"

~Kota Cyber Berasa Desa~

Sekilas Pandang dari Masyarakat Belajar


LASENTRA

(Langkah Sederhana & Strategis)

1. Pemasangan Jaringan Internet di utamakan dan didahulukan pada tempat-tempat pembelajaran serta pendidikan.

(Menimbang dan mengingat, bahwa konsumsi pengguna jaringan internet terbanyak adalah para pelajar,)

2. Dipasang juga di tempat-tempat umum yang strategis, seperti: Taman Kota, Hotel, Perbankan, Rumah Sakit, Rest Are (Tempat-tempat Peristirahatan) dan tempat-tempat umum lainnya.

(Menimbang dan mengingat banyaknya permintaan di forum dan komunitas Kota Banjar mengenai hal ini)

3. Dipereratnya silaturahmi antar masyarakat Cyber Kota Banjar dengan sering mengunjungi dan "mengupdate" komunitas-komunitas Cyber Kota Banjar.

(Meramaikan Situs-situs dunia maya)

4. Diadakannya ivent-ivent Real/nyata yang berhubungan dengan TI&K di Kota Banjar

(Misal: Lomba Web Sekolah Terbaik, Lomba Web Instansi Pemerintahan Terfavorit, Lomba Blog dan lainnya)

5. Pemberdayaan dan bimbingan terhadap Pengusaha-pengusaha WARNET yang optimal dan Kontinyu khususnya dan umumnya pengusaha yang bergerak dalam bidang TI&K

(Menimbang dan mengingat bahwa WARNET merupakan media penyebar Informasi yang efektif saat ini)

6. Kerjasama yang Optimal dengan Provider-provider TI&K baik Swasta maupun Non-Swasta

7. "Penguplodan" informasi ke dunia Cyber hendaknya yang mendukung Visi dan Misi Kota Banjar

(Sebagai sarana Promosi daerah ke Pihak luar)

8. Apresiasi dari PEMKOT terhadap Komunitas-komunitas mandiri Teknologi Informasi dan Komunikasi di Dunia Cyber/Maya

(Menimbang dan mengingat Perlunya Perhatian Serius PEMKOT terhadap "Pejuang-pejuang Cyber ini")

Kalau juga tidak ada apresiasi kita harus tetap ISTIQOMAH!

SWOT analysis untuk Cyber City di Kota Banjar

1. Strengths: attributes of the person, company or government that are helpful to achieving the objective.

(Warga dan Pelajar Kota Banjar yang begitu banyak Quantitas dan Qualitasnya dalam dunia Cyber)

2. Weaknesses: attributes of the person or company that are harmful to achieving the objective.
(Kurangnya Infrastruktur dan Tenaga Professional yang mengelola sektor ini)

3. Opportunities: external conditions that are helpful to achieving the objective.

(Sarana Informasi dan Komunikasi yang cepat dan murah di masa yang akan datang guna mendukung Visi dan Misi Kota Banjar)


4. Threats: external conditions which could do damage to the objective.


(Kelambatan dan kekurangan apresiasi dari PEMKOT dan pihak-pihak terkait terhadap perkembangan ini)


Beberapa Capaian Sederhana Selama ini:



1. Banjar Cyber School


http://www.banjarcyberschool.co.cc


(Pendidikan untuk Peradaban)



2. Televisi Internet Kota Banjar


http://www.bitedu.co.cc


(Televisi Internet Kota Banjar)



3. Masyarakat Ilmu dan Teknologi Kota Banjar


http://banjarcyberschool.blogspot.com/2008/09/mit-masyarakat-ilmu-dan-teknologi-kota.html



(Menerapkan Ilmu dan Teknologi untuk Masyarakat Kota Banjar)



4. Banjar Cyber Community


http://banjarcyberschool.blogspot.com/2008/12/bisa-banjar-international-students.html


(Ririungan Urang Banjar Aktivis Cyber)



5. Tim Olimpiade Kota Banjar


http://www.tokobaedu.co.cc


(Belajar, Bertanding dan Menang)



6. Facebook Urang Banjar


http://www.facebook.com/group.php?gid=124288028804



("Pesbukna urang Banjar)



7. Banjar Kota Kreatif


http://senebianusaha.blogspot.com/2009/05/menggagas-banjar-creative-city.html



(Banjar "Emang" Kreatif)



8. Web Resmi PEMKOT tentunya


http://www.banjar-jabar.go.id/



KOTA IDAMAN (Indah Damai Asri Mandiri)



dan lain-lain



Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin berujar:



"Cybercity menjadi salah satu cara pemeritah kota untuk mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi.



Dengan langkah ini diharapkan semakin banyak pengguna dan masyarakat tidak gagap lagi dengan teknologi informasi khususnya untuk mengakses internet.



Di samping itu, keberadaan layanan akses internet gratis ini akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet gratis tersebut. Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet gratis di ruang publik tersebut."



KONSEP DASAR



Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia.



Ini adalah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat.



Sebagai bagian dari masyarakat dunia modern, bangsa Indonesia sudah saatnya menerapkan konsep cyber city untuk memenuhi kebutuhan warganya dalam mengakses internet secara lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja.



Bagaimanapun juga bangsa Indonesia kini berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas baik nasional maupun internasional.



Implementasi cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dalam hal ini, masyarakat akan semakin pandai menggunakan internet dalam jumlah yang besar.



Pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan.



KEBERMANFAATAN



Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di kendaraan sambil chatting dengan kolega dan sebagainya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.



Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan inti di kantor. Model kerja dinamis seperti ini sedang menjadi tren di tengah masyarakat dimana mobilitas kaum profesional, pebisnis, pendidik termasuk juga para mahasiswa semakin tinggi.



Bekerja secara parallel mungkin itu istilah yang paling tepat bagi anggota masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia.



Coba saja perhatikan, mulai dari sekadar mengakses informasi biasa hingga melakukan berbagai jenis transaksi bisnis sudah dapat dilakukan via internet termasuk di dunia pendidikan, perbankan, ketenaga kerjaan dan sebagainya.



Internet yang multifungsi ini perlahan tapi pasti berusaha mengubah perilaku atau budaya sebagian besar warga kota dari pola-pola layanan konvensional menjadi layanan yang serba digital dan instant.



Dengan kelebihannya itu pula, internet diprediksikan akan semakin diminati masyarakat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi.



Beberapa gambaran fakta di atas menunjukkan bahwa ke depan nanti sebagian besar masyarakat kota akan semakin bergantung pada internet untuk menjalani berbagai aktifitasnya.



Tolok ukurnya adalah kebutuhan masyarakat terhadap suatu pelayanan informasi dan komunikasi digital yang serba cepat, efisien dan efektif.



Pola kerja dinamis seperti ini tidak sekedar menunjukkan gaya hidup orang modern tetapi sudah menjadi kebutuhan semua orang. Hal ini mirip seperti komunikasi ponsel dimana hampir semua kelas sosial masyarakat menggunakannya.



Oleh karena itu, internet akan menjadi jendela dunia bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal.



Inilah ciri suatu pengembangan kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dimana masyarakatnya dapat terlayani secara elektronik dan infrastruktur pendukungnya dapat saling terintegrasi dengan baik.



Sejumlah provider berusaha mendapatkan izin pemerintah untuk menggunakan teknologi Wi-Max (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang memiliki daya jangkau hingga 50 Km dengan kecepatan transfer bisa mencapai 75 megabyte per detik dimana ribuan orang dapat mengakses internet dalam satu waktu sekaligus.



MENGGUNAKAN TEKNOLOGI Wi-Max



"WiMAX, meaning Worldwide Interoperability for Microwave Access, is a telecommunications technology that provides wireless transmission of data using a variety of transmission modes, from point-to-multipoint links to portable and fully mobile internet access.



The technology provides up to 3 Mbit/s broadband speed without the need for cables. The technology is based on the IEEE 802.16 standard (also called Broadband Wireless Access). The name "WiMAX" was created by the WiMAX Forum, which was formed in June 2001 to promote conformity and interoperability of the standard.



The forum describes WiMAX as "a standards-based technology enabling the delivery of last mile wireless broadband access as an alternative to cable and DSL"




Dengan teknologi Wi-Max ini sinyal internet akan dipancarkan melalui sebuah menara semacam terminal untuk layanan telepon seluler (Base Transceiver Station/BTS). Saat teknologi itu hadir, seluruh kota Makassar akan menjadi “hot spot”.



Pengguna laptop, “Windows Mobile” atau “Smart Phone” dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di tengah sawah di pinggiran kota Makassar. Dengan demikian, peluang masyarakat Makassar untuk menuju cybercity akan semakin cepat.



Beberapa kota yang sudah melakukan perancangan cybercity selain Makassar dan Pangkal Pinang antara lain:


Malang Cyber City (MCC),


Sukabumi Cyber City (SCC),


Bandung Cyber City (BCC),


Yogya Cyber City (YCC),


Solo Cyber City (SCC),


Denpasar Cyber City (DCC) dan kota-kota lain yang segera menyusul.



Sebenarnya pemerintah telah berjanji akan memberikan insentif kepada pengembang kawasan kota cyber dalam bentuk finansial maupun non finansial untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri.

Hal ini sejalan dengan penataan industri teknologi informasi saat ini yang difokuskan pada pembentukan unit kota cyber. Dalam pandangan pemerintah, konsep cybercity digambarkan sebagai kawasan dengan infrastruktur teknologi informasi yang memadai baik dari sisi konektivitas jaringan terpadu, kapasitas bandwidth, internet nirkabel dan kabel, dan infrastruktur serat optik mencukupi serta sarana pusat riset yang dikelola bersama perguruan tinggi dan swasta.

Agaknya masalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi inilah yang menjadi kendala utama bagi pemerintah untuk menerapkan konsep cybercity di Indonesia.



Terima Kasih!


Disusun Ulang Oleh:

Arip Nurahman

Pendidikan Fisika, FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia

&

Follower Open Course Ware at MIT-Harvard University, Cambridge. USA.

Lanjutkan perjuangan!



Referensi:


1.http://artikelkamal.blogspot.com/search/label/CyberCity%20Concept


2.http://en.wikipedia.org/wiki/HITEC_City


3. BISKOM


4. Facebook Urang Banjar



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar